Tampilkan postingan dengan label Cerbung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerbung. Tampilkan semua postingan

Rabu, November 20, 2013

Pantulan

Posted: Kangjeng Ratu Nada Asih 0 comments
"Cermin..."
Kali ini aku yang memanggilmu.
"Ya...Ada apa?"

"Kau tahu tidak sesuatu hal..."
"Apa itu?"

Healing Process 5

Posted: Kangjeng Ratu Nada Asih 0 comments
Hai, Ini aku setelah dua bulan lebih tujuh hari berpisah denganmu. Besok kau akan dua bulan dengannya. Wah selamat ya.

Saat ini, aku sudah merasa ikhlas jika aku hanyalah sebagai batu pijakanmu saja. Kau memang menganggapku ada, tapi tidak dengan sejarahmu yang kau ceritakan pada teman-temanmu.

Jumat, November 15, 2013

Tiga

Posted: Kangjeng Ratu Nada Asih 0 comments
Clarina

"Ibu tidak mengizinkan kau dengannya, Clar. Bagaimana tidak, dia bukan keturunan bangsawan!" bentak Ibu Clarina keras.
"Iya, Clar. Begitupun Ayah. Dia adalah keturunan dari musuh besar perusahaan ayah."
"Tapi ayah, bu. Kumohon, aku hanya mencintainya."
"Cinta? Tahu apa kau anak kecil tentang cinta. Sudahlah Clar, terimalah perjodohan dengan Datuk Meringis itu!"
"Hah? Datuk? Meringis?"
Clarina mengerjap-ngerjapkan matanya, ia pun kemudian mendarat ke dunia yang sebenarnya, lalu menyadari kejadian tadi hanyalah mimpi.
"Ah, syukurlah ini mimpi. Ini pasti karena aku membaca Romeo dan Juliet dicampur kisah Siti Nurbaya sebelum tidurku!"
Clarina memulai rutinitasnya kembali sebagai pelajar yang menyiapkan segala keperluannya di pagi hari dengan rasa bahagia setelah kemarin bertemu dengan pujaan hatinya.
"Takkan kuberitahu Ibu tentang hal ini." gumamnya menuju ruang makan.


Sirri


"Nek, bangun nek." ucap Sirri sembari mengguncang-guncang tubuh neneknya yang tidak sadarkan diri. Beberapa menit kemudian, barulah Nenek bangun dan bergeming.
"Sirri, cucukku. Sepertinya ini sudah waktunya."
"Nek, jangan bicara seperti itu. Nenek pasti sembuh."
Tanpa menghiraukan ucapan Sirri, Nenek memberikan pesan terakhirnya.
"Ini, untukmu."
"Nek, apa ini? surat?"
"Wasiat. Di dalamnya tersimpan liontin peninggalan Ibumu."
"Ibu? Aku tidak butuh ini Nek!" ucap Sirri setengah kecewa.
"Sirri, Nenek mohon sekali, ini penting untuk...." Napas Nenek kemudian tersendat. Sirri menjadi bertambah khawatir.
"Nenek... Nek, sadarlah. Jangan tinggalkan Sirri..."
Sirri pun menahan tangisnya yang harusnya meledak lebih dari itu. Tangisnya mengantarkan kepergian Nenek tercintanya, sembari menggengam erat wasiat yang dberikan dari Nenek untuknya.

Sabtu, November 09, 2013

Panggilan

Posted: Kangjeng Ratu Nada Asih 0 comments
Aku menatap cermin, dan kudengar ia memanggilku...

Hey.
Iya kau....

Kutatap ia, dan kudengar semua keluhannya, semua protesnya padaku.

Senin, Oktober 21, 2013

Healing Process 4

Posted: Kangjeng Ratu Nada Asih 0 comments
Aku tahu mungkin maaf saja tidak cukup
karena, aku tidak tahu siapa yang salah disini.
Aku memaafkanmu dan dia. Mungkin aku juga salah, akupun ingin meminta maaf pada kalian.

Only here I can release the stress. If I'm not doing this, I'm not strong enough to survive. I think I'll going insane if I not release my stressness.

Oke aku mundur
Sejauh mungkin
This pain is killing me, your happiness make me dying.
Aku sudah memaafkan, tapi rasanya masih tersisa. Sakit.

Aku ikut bahagia walaupun masih sedikit terpaksa. Apa boleh buat. Di posisi ini siapa aku?
Aku tidak pernah tahu siapa aku dimatamu. Mengakuiku saja enggan.

Maaf untuk amarahku yang tidak terkontrol disini. Sudah cukup aku meluapkan semuanya. Malu jika terus menerus seperti ini. Aku sudah dewasa, walaupun terjebak dalam tubuh mungil dan selalu terpenjara nostalgila.

Oya, satu hal lagi, selamat sebulanan ya. Congrats buat kalian.

Terimakasih.

Minggu, September 22, 2013

Healing Process 3

Posted: Kangjeng Ratu Nada Asih 0 comments
Aku ini siapa?
berjelaga di kehidupan-Mu
hinggap di bumi-Mu

Aku tidak bisa terpejam
Aku takut bermimpi buruk
kemana para penolong yang akan membebaskanku dari belenggu ketidak adilan ini?

Apa harus aku berkunjung ke komnas wanita? memang ada?
dan kenapa aku wanita? dulu di usg aku lelaki.
kenapa pengalamanku jadi wanita tidak menyenangkan?

kemana aku melangkah
maju mati, mundur mati, diam pun mati rasa

Healing Process 2

Posted: Kangjeng Ratu Nada Asih 0 comments
ini tidak seperti di film ya.
Aku sehat wal afiat. Tidak sakit dan di infus karena berusaha menyayat urat nadi atau mogok makan, tidak juga tertabrak mobil dengan dramatis sabari nyalangap AAAA!, tidak juga diceritakan 3 tahun kemudian langsung jreng aku entah keur naon jeung jadi naon, teuing hirup keneh teuing henteu.
Kenapa selalu film itu skip di ending? ini prosesnya edun lah. Hayangna Ratu mah ngagupayan ka kamera. aslina, taluk. Hello world, aku siapa atuh? kenapa aku mesti hidup? kenapa aku dihidupkan dalam ketidaksinkronan seperti ini? kenapa aku diperlakukan seperti ini? siapa yang bisa bantu aku cung? help me help help help help help help.
teman, maafkan ketololanku, keras kepalaku.
ya alloh kenapa aku teh meuni baik banget?
ya alloh abdi teh sieun jadi gelo. hayang muntang. lieur. rek paeh can waktuna. Masyaalloh naha kieu cocobi teh. Lepat kuring naon ya alloh. hirup abdi teh naha meuni kieu kieu teuing.
ya alloh apa ini kutukan karena golongan darahku yang AB dan berkulincir dua?
ya alloh abdi teh nganuhunkeun pisan tos dipasihan oksigen, hirup dina masalah anu peureum kadeuleu beunta karasa.
ya alloh paparin abdi pituduh. abdi mung hamba anjeun nu lucu.
kedah kumahaaaaaaaaaaaaaaaaa.

Healing Process 1

Posted: Kangjeng Ratu Nada Asih 0 comments
Masa pemulihan ini benar-benar sulit. Masalahnya, mata ingin terpejam, tapi tidak dengan hati dan pikiran yang disinkronkan dengan tangan untuk mengetik agar mata ini terjaga, karena pemulihan tadi. Ingin aku menjadi Sailor Moon agar dapat menggunakan tongkat "Moon Healing Escalation" untukku sendiri dan berteriak "REFRESH" sekencang-kencangnya.

Selasa, Januari 22, 2013

Dua

Posted: Kangjeng Ratu Nada Asih 0 comments

Juli 2012
Kejadian itu berlangsung begitu cepat, secepat kilatan petir menyambar. Tak ada yang tahu tentang kejadian itu. Hanya, disudut cahaya temaram, sesosok anak lelaki kecil memperhatikan kejadian itu. Menatap dengan tatapan yang kaget, shock dan tersentak. Ia tersudut ketakutan melihat kejadian itu. Kejadian yang tidak akan ia lupakan seumur hidupnya.
***

Minggu, Januari 20, 2013

Satu

Posted: Kangjeng Ratu Nada Asih 0 comments

Peron kereta itu sudah tidak layak pakai, terbengkalai begitu saja. Terlihat kumuh, kotor, dan berdebu. Dindingnya yang terbuat dari bata, sudah terlihat usang, bahkan sebagian sudah rapuh.

***

Terjemahan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 

Harewosland Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos