Sabtu, November 09, 2013

Panggilan

Posted: Kangjeng Ratu Nada Asih
Aku menatap cermin, dan kudengar ia memanggilku...

Hey.
Iya kau....

Kutatap ia, dan kudengar semua keluhannya, semua protesnya padaku.



Kau tahu, wajahmu masih terlihat muda dan segar. Usiamu yang menginjak dewasa pun tidak tampak kehadirannya. Kau cantik, tapi kantung matamu itu menggangguku, betapa tidak, akupun jadi memilikinya, sama sepertimu.

Aku memang tidak bisa menjadi dirimu, tidak ada kehidupan atau refleksi perjalanan hidupmu di duniaku ini, tapi, aku bisa menitikkan air mata, sama sepertimu. Kening dan alisku pun ikut mengkerut jika kau seperti itu. Jika kau terus menerus begini, lambat laun kau akan menua, begitupun aku. 

Aku bisa mengerti dari sudut matamu, walaupun kau diam tak bercerita, tapi aku siaga memantulkan bagaimana ungkapan hati yang tergambar pada setiap sudut wajahmu. Jangan, jangan pecahkan aku apapun yang kau hadapi, memecahkanku tidak memecahkan masalahmu.

Kau tahu, ini sangat lucu, ketika kau berteriak, aku tak bisa bersuara. Begitupun jika kau menangis atau marah sekalipun. Hey, menangislah jika itu melapangkan dadamu. Benamkan bantal pada wajahmu, lalu teriaklah sekencang-kencangnya, atau, cobalah kau seperti aku,
menangis tanpa isakan 
teriak tanpa suara
diam dalam marahmu

Lalu kulihat kita sama-sama mengembangkan senyum manis itu

0 comments:

Posting Komentar

Harewoser yang baik adalah Harewoser yang menunjukkan jati dirinya pada Kangjeng Ratu dengan kritik dan saran agar tidak terjadi kontroversi kemakmuran pada distrik Harewosland. Hatur Nuhun.

Terjemahan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 

Harewosland Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos