Setiap kali kau bertanya, mengapa sebegitu neuteuli, keukeuh peuteukeuhnya aku dengan semua perasaanku ini?
Ingatkah kau bahwa jawabanku tetap sama?
Ya, exactly, "I don't know" itulah jawaban yang selalu aku lontarkan.
Aku tidak tahu apakah perasaan ini salah atau benar, ini bukan permasalahan salah atau benar, tapi ini tentang perasaan yang natural, apa adanya, atau mungkin ini adalah insting hati yang dititipkan dari-Nya.
Aku pun tidak tahu siapa saja yang pernah merasakan sepertiku, khususnya wanita. Adakah wanita yang memiliki perasaan keukeuh yang teramat sangat sepertiku ini dan tidak malu untuk memperjuangkan perasaannya? Aku rasa jarang untuk wanita, yang pasti, untuk bertahan sejauh dan seripuh ini, aku yakin ada beberapa kisah berbeda tentang kesabaran dari pertahanan seorang wanita tangguh yang berjuang demi cinta dan keadilan *sailormoon. jengjreeng~*
Aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi pada diriku dan perasaanku. Semuanya, bahkan semesta pun sepakat untuk selalu ingat berjuta hal tentangmu. Aku bahagia mengalami perasaan ini setiap harinya, perasaan yang setia hadir menemani di setiap aku bangun dari tidurku, tapi aku terpukul ketika ingat kenyataannya bahwa kau sedang dengan yang lain. Seperti yang kuungkapkan pada postingan sebelumnya. Logikaku lelah, tapi hati ini tak lelah untuk mencintaimu.
Kau tahu, aku belum pernah merasakan perasaan ini sebelumnya.
Perasaan keukeuh peuteukeuh, neuteuli nu nataku ini. Kalau aku gambarkan, awal mula ketika first sight, rasanya ini seperti "Zing" di Hotel Transylvania. Juga rasanya seperti "Imprint" di film Twilight. Momen "Imprint" cukup pas dengan setting yang kualami saat itu, yaitu berdiri diantara pepohonan *tapi siang sih, tanpa terhalang jendela rumah, dan ditengah kerumunan orang*, terus menatap si Imprinan dari kejauhan, dan beneran inimah aku teh jatoh tikosewad geura ih meuni. Nice moment!
Gambaran lainnya, seorang Ted Mosby ketika pertama kali melihat Robin Scherbatsky. Begitu sangat meyakinkan bahwa "She is the one" untuk Ted. Ditambah universe yang selalu meyakinkan Ted bahwa Robin benar-benar His future wife. Tapi aku ngga senyesek ted juga sih kayanya, sampai Robin mau married ama Barney sahabatnya sendiri. Oh apa kabar itu season sembilan ya? belum nonton hih :(
Kemudian ini tentang gambaran kisahku lewat sitkom seri How I Met Your Mother. Mungkinkah aku ini Robin yang akan diberikan kejutan oleh sang Barney lewat kejadian Patrice pacaran dengan Barney yang merupakan rekan kerja Robin? Oh ya, Barney sempat pisah dengan Robin dan pastinya have a lot stories with another girl before He decided to married Robin. Robin untuk ukuan orang sana sih boleh dibilang sebelas duabelas sama kelakuan Barney. Ya, aku rasa aku cukup setia jika dibandingkan dengan kisah Mr and Mrs Stinson itu.
Ataukah kisahku akan sepanjang kisah Lily dan Marshall? FYI, fakta yang ada, komtmen yang kujalani ini dimulai dari sebelum season satu HIMYM, yaituuuu tahun 2005, bulannya bulan Februari, sampai sekarang HIMYM season 9 tahun 2013, kisahku ini belum tamat sepertinya, that's mean, ini berlangsung lebih lama dari kisah Lily dan Marshall and this is #truestory. Lalu FYI yang sedikit sama, Lily yang mungil, kemudian Marshall yang terlahir dari keluarga berbadan tinggi besar, it's remind me a little bit to myself, dan mereka lahir di tahun yang sama, seumuran! But, come on, mereka itu setia lho. Masing-masing cuma punya satu mantan, Lily mantannya Scooter, dan Marshall juga punya satu, lupa lagi siapa. Setianya Lily sama Marshall, well ada di episode ketika Lily memutuskan pisah dengan Marshall untuk study. Lily benar-benar memenuhi keinginannya untuk belajar walaupun akhirnya tidak seperti yang diharapkan Lily, sementara Marshall yang ditinggal Lily, punya Barney sebagai wingman, tapi jadinya malah Barney yang rebut semua comblangannya yang tadinya untuk Marshall.
Another FYI, perasaan yang aku rasakan sama seperti Marshall ke Lily, sama persis seyakin itu dengan ketidak tahuannya mengapa rasa itu bisa tercipta dan muncul tiba-tiba, lalu fakta yang mencengangkan, aku seorang perempuan yang merasakan hal itu, bahkan keyakinan yang sangat kuat itu datangnya ketika aku lebih muda dari Marshall. Kebayang if I having engagement, ini kalau lho ya, kalau nannti engage seumuran Marshall sama Lily, mereka engage di umur 27 tahun, marriednya lupa lagi kapan, mungkin sekitar dua tahun setelah mereka engage. Oh, jika seperti itu, jalanku masih sangaaaaat panjang menuju titik itu, sementara aku saat ini masih di 22.
Aku perlu sepakat dengan kata-kata Ted:
"I wanted to skip to the end and do the whole "happily ever after" thing, but you can't do that UNLESS you play the game. -Ted Mosby-"
Aku tidak tahu apakah perasaan ini salah atau benar, ini bukan permasalahan salah atau benar, tapi ini tentang perasaan yang natural, apa adanya, atau mungkin ini adalah insting hati yang dititipkan dari-Nya.
Aku pun tidak tahu siapa saja yang pernah merasakan sepertiku, khususnya wanita. Adakah wanita yang memiliki perasaan keukeuh yang teramat sangat sepertiku ini dan tidak malu untuk memperjuangkan perasaannya? Aku rasa jarang untuk wanita, yang pasti, untuk bertahan sejauh dan seripuh ini, aku yakin ada beberapa kisah berbeda tentang kesabaran dari pertahanan seorang wanita tangguh yang berjuang demi cinta dan keadilan *sailormoon. jengjreeng~*
Aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi pada diriku dan perasaanku. Semuanya, bahkan semesta pun sepakat untuk selalu ingat berjuta hal tentangmu. Aku bahagia mengalami perasaan ini setiap harinya, perasaan yang setia hadir menemani di setiap aku bangun dari tidurku, tapi aku terpukul ketika ingat kenyataannya bahwa kau sedang dengan yang lain. Seperti yang kuungkapkan pada postingan sebelumnya. Logikaku lelah, tapi hati ini tak lelah untuk mencintaimu.
Kau tahu, aku belum pernah merasakan perasaan ini sebelumnya.
Perasaan keukeuh peuteukeuh, neuteuli nu nataku ini. Kalau aku gambarkan, awal mula ketika first sight, rasanya ini seperti "Zing" di Hotel Transylvania. Juga rasanya seperti "Imprint" di film Twilight. Momen "Imprint" cukup pas dengan setting yang kualami saat itu, yaitu berdiri diantara pepohonan *tapi siang sih, tanpa terhalang jendela rumah, dan ditengah kerumunan orang*, terus menatap si Imprinan dari kejauhan, dan beneran inimah aku teh jatoh tikosewad geura ih meuni. Nice moment!
Gambaran lainnya, seorang Ted Mosby ketika pertama kali melihat Robin Scherbatsky. Begitu sangat meyakinkan bahwa "She is the one" untuk Ted. Ditambah universe yang selalu meyakinkan Ted bahwa Robin benar-benar His future wife. Tapi aku ngga senyesek ted juga sih kayanya, sampai Robin mau married ama Barney sahabatnya sendiri. Oh apa kabar itu season sembilan ya? belum nonton hih :(
Kemudian ini tentang gambaran kisahku lewat sitkom seri How I Met Your Mother. Mungkinkah aku ini Robin yang akan diberikan kejutan oleh sang Barney lewat kejadian Patrice pacaran dengan Barney yang merupakan rekan kerja Robin? Oh ya, Barney sempat pisah dengan Robin dan pastinya have a lot stories with another girl before He decided to married Robin. Robin untuk ukuan orang sana sih boleh dibilang sebelas duabelas sama kelakuan Barney. Ya, aku rasa aku cukup setia jika dibandingkan dengan kisah Mr and Mrs Stinson itu.
Ataukah kisahku akan sepanjang kisah Lily dan Marshall? FYI, fakta yang ada, komtmen yang kujalani ini dimulai dari sebelum season satu HIMYM, yaituuuu tahun 2005, bulannya bulan Februari, sampai sekarang HIMYM season 9 tahun 2013, kisahku ini belum tamat sepertinya, that's mean, ini berlangsung lebih lama dari kisah Lily dan Marshall and this is #truestory. Lalu FYI yang sedikit sama, Lily yang mungil, kemudian Marshall yang terlahir dari keluarga berbadan tinggi besar, it's remind me a little bit to myself, dan mereka lahir di tahun yang sama, seumuran! But, come on, mereka itu setia lho. Masing-masing cuma punya satu mantan, Lily mantannya Scooter, dan Marshall juga punya satu, lupa lagi siapa. Setianya Lily sama Marshall, well ada di episode ketika Lily memutuskan pisah dengan Marshall untuk study. Lily benar-benar memenuhi keinginannya untuk belajar walaupun akhirnya tidak seperti yang diharapkan Lily, sementara Marshall yang ditinggal Lily, punya Barney sebagai wingman, tapi jadinya malah Barney yang rebut semua comblangannya yang tadinya untuk Marshall.
Another FYI, perasaan yang aku rasakan sama seperti Marshall ke Lily, sama persis seyakin itu dengan ketidak tahuannya mengapa rasa itu bisa tercipta dan muncul tiba-tiba, lalu fakta yang mencengangkan, aku seorang perempuan yang merasakan hal itu, bahkan keyakinan yang sangat kuat itu datangnya ketika aku lebih muda dari Marshall. Kebayang if I having engagement, ini kalau lho ya, kalau nannti engage seumuran Marshall sama Lily, mereka engage di umur 27 tahun, marriednya lupa lagi kapan, mungkin sekitar dua tahun setelah mereka engage. Oh, jika seperti itu, jalanku masih sangaaaaat panjang menuju titik itu, sementara aku saat ini masih di 22.
Aku perlu sepakat dengan kata-kata Ted:


0 comments:
Posting Komentar
Harewoser yang baik adalah Harewoser yang menunjukkan jati dirinya pada Kangjeng Ratu dengan kritik dan saran agar tidak terjadi kontroversi kemakmuran pada distrik Harewosland. Hatur Nuhun.