Hai, Ini aku setelah dua bulan lebih tujuh hari berpisah denganmu. Besok kau akan dua bulan dengannya. Wah selamat ya.
Saat ini, aku sudah merasa ikhlas jika aku hanyalah sebagai batu pijakanmu saja. Kau memang menganggapku ada, tapi tidak dengan sejarahmu yang kau ceritakan pada teman-temanmu.
Kita menceritakan sejarah yang berbeda. Seharusnya sama, tapi aku mengacaukan semuanya. Aku ada hati denganmu, teman-temanku tahu itu, tapi tidak dengan teman-temanmu. Sebenarnya aku tidak tahan untuk menceritakan perjuanganku denganmu pada para sahabat istimewaku setelah semua yang kita hadapi bersama selama bertahun-tahun tapi tak kau izinkan aku bercerita dan aku melanggar itu, sementara ia yang seumuran jagung berhubungan denganmu dibebaskan begitu saja untuk menebar kebahagiaannya denganmu pada sosial medianya, betapa bahagianya menjadi dia. Karena memang aku pengacau, tidak memenuhi komitmen kita yang berbeda dengan komitmenmu saat ini dengannya, akulah yang harus menanggung sakit ini, akulah yang menanggung akibatnya. Cukup aku, tak perlu yang lain merasakan derita ini. Inilah konsekuensiku.
Kalian adalah pasangan lewat chat
bbm. Makanya, mungkin memang aku yang harus memakluminya. Lewat sosial media
pun kalian sering ada. Dua bulan kebelakang, jika aku melihat kalian di sosial
media rasanya ingin mengamuk *jika aku Carrie White, mungkin aku akan menghancurkan sosial media tongkrongan kalian*. Oya, benar katamu, kalian bertemu pada kondisi yang
berbeda. Kita bertemu di masa surat menyurat dan masih seperti bocah, aku waktu
itu adalah bocah jadul era milenia awal yang terlalu berpikiran jauh hingga bertahan sampai pada titik ini. Sedangkan kalian pada masa chat
di bbm, ia yang terlihat seperti bocah selalu menebar kemesraan kalian di sosial media kalian, lalu
kau terlihat menyukai cara itu karena memang itulah yang mungkin ingin kau rasakan agar semua teman-temanmu tahu bahwa selama 8 tahun kau menjomblo, kau adalah lelaki normal layaknya teman-temanmu yang memiliki kekasih.
Betapa bahagianya dia yang
denganmu tanpa tahu sebelumnya ada aku dalam sejarah kisahmu. Inginku
mengacaukanmu, tapi aku enggan. Biarlah aku sendiri saja yang menanggungnya,
kau bersenang-senanglah dan berbahagialah dengan keinginanmu yang ingin kau capai selagi masih muda *menuju dewasa*. Kau tahu, Aku salut terhadap pencapaianku
saat ini. Setelah dua bulan pisah lamanya, akhirnya kali ini aku benar-benar
bisa lepas komunikasi tanpamu selama 5 hari. Biasanya, sehari saja setelah
berkomunikasi denganmu, sudah KO pikiranku terhadapmu, kacau sekali dan jika terjadi circle pain seperti itu aku langsung
menelepon atau mengirim sms padamu, terus menerus menghujanimu dengan derasnya kata-kataku diiringi rintik air mataku, tiga hari kemudian begitulah circle pain itu siklusnya. So pathetic in pain!
Aku memutuskan untuk benar-benar
tidak berkomunikasi lagi karena aku sudah cukup tenang melihat serangkaian
smsmu dengannya yang di share pada twitpicnya. Kau tidak perlu malu ketika aku
melihatnya, justru aku merasa tenang melihat itu semua hingga akhirnya
keputusanku bulat untuk tidak berkomunikasi denganmu. Sudah ada yang
memperhatikanmu, jadi, aku tidak perlu lagi repot-repot mengingatkanmu untuk
jaga kesehatanmu. Biarlah lewat doaku saja untuk menyalurkan rasa kekhawatiranku
ini padamu, karena doa adalah senjata.


0 comments:
Posting Komentar
Harewoser yang baik adalah Harewoser yang menunjukkan jati dirinya pada Kangjeng Ratu dengan kritik dan saran agar tidak terjadi kontroversi kemakmuran pada distrik Harewosland. Hatur Nuhun.