Dear Semua Sahabatku...
Apa kabar semuanya? lama tak berjumpa. Aku tahu kesibukanlah yang membuat kita renggang. Tapi aku tetap mengingat kalian. Ku tulis nama-nama kalian pada skripsi-ku. Pertanda aku berterima kasih pada kalian, sangat merindukan kalian, dan apapun yang terjadi, walau jarak memisahkan, aku tetap setia mengingat kalian.
Dear Sahabat,
Aku berterima kasih banyak, selama ini kalian mampu menampung keluh kesahku, entah itu lebih banyak keluhan atau cerita tentang kebahagiaan. Ya, salah satunya adalah selama ini kalian selalu direpotkan oleh tangisku yang meradang karena seseorang, atau amukanku yang tetiba menjadi-jadi. Aku sangat berterima kasih. Maafkan keras kepalaku ini, aku tahu kalian tidak begitu suka mendengarkan tangisanku, apalagi karena penyebabnya itu-itu saja. Aku tahu kalian tidak begitu menyukai sikapnya yang begitu menyakitiku. Jika kalian melihatnya, jangan dengan tatapan benci kalian. Itu akan membuat dia bingung, karena dia tidak tahu siapa kalian. Maafkan sikapnya yang enggan menganggapku. Salahku yang memutuskan untuk tetap dengannya walaupun konsekuensinya ia tidak menganggap keberadaanku di hadapan kalian ataupun mereka.
Sahabat,
Aku senang salah satu diantara kalian ada yang akhirnya mencapai pada ijab kabul. Sangat senang sekali bisa selanggeng itu. Sedangkan, aku masih berkutat pada orang yang enggan menganggapku ada. Aku yakin akupun akan tiba pada titik ijab kabul itu, tapi cobaan yang ada sangatlah berat, karang itu semakin terjal. Sangat butuh kesabaran ekstra. Kalian pun tahu seberapa sabar dan seberapa keras kepalanya aku menghadapi konsekuensi dengan pilihanku yang tetap tertuju padanya. Aku tahu aku pernah menyakitinya karena diam-diam aku pernah ada hasrat untuk dekat dengan yang lain, tapi, aku sudah berkata kepada kalian bahwa aku merasakan keraguan pada orang lain, aku tetap yakin dengannya. Mungkin, inilah saatnya pergantian itu terjadi.
Ini soal kesabaran, keyakinan, kesetiaan, dan ketulusan. Keyakinan dan kesetiaanku sudah diuji, kini, ketulusankulah yang menjadi badai penggoyah keyakinan dan kesetiaanku, sementara kesabaran harus selalu tetap bersamaku.
Sekali lagi terima kasih atas kebersamaan selama ini. Ku titipkan kisahku, simpan dan jaga baik-baik.
Salam Rinduku....
Salam Rinduku....


0 comments:
Posting Komentar
Harewoser yang baik adalah Harewoser yang menunjukkan jati dirinya pada Kangjeng Ratu dengan kritik dan saran agar tidak terjadi kontroversi kemakmuran pada distrik Harewosland. Hatur Nuhun.