Sewindu, kini bukan hanya jadi lagu pengantar tidur bagiku, tapi ini menjadi luka hati serius yang sangat mendalam dan belum kutemukan penawarnya.
Setiap liriknya membuatku bergidik, mengingat ada beberapa kesamaan. Setidaknya, kesetiaan yang tulus dari lagunya Tulus itu menggambarkan bagaimana kegigihanku selama sewindu ini. Perbedaannya, hei, aku ini perempuan. Perempuan yang diposisi seperti lagu itu, lagu yang dilantunkan dari isi hati seorang lelaki, dan aku mengalaminya.
Ada beberapa lirik yang sama dengan yang kualami. Tentu dia normal, tidak terpesona dengan sejenis (baca: pangeran). Tentu pula bisa dipastikan tidak setiap hari "ku menunggu di depan pintu." Mana aku berani, aku hanya perempuan, aku tahu batasan untuk tidak terlalu idiot. Setiap hari aku yang menelepon ke nomor rumahmu via wartel jaman dulu kala itupun sudah cukup mempermalukan sisi perempuanku yang masih kanak-kanak (FYI, nomornya masih kuingat hingga sekarang). Sedangkan ketika itu aku yang perempuan mengalami rasa ini sejak usiaku 13 tahun menuju 14 tahun. Sekarang umurku 22 tahun. Hampir 9 tahun kan?
oke, karena videonya ngga bisa di share, di share liriknya ya, supaya makin jleb kena hati para harewoser.
Read more: Tulus - Sewindu Lyrics | MetroLyrics
Sudah sewindu ku di dekatmu
Ada di setiap pagi, di sepanjang harimu
Tak mungkin bila engkau tak tahu
Bila ku menyimpan rasa yang ku benam sejak lama
Ada di setiap pagi, di sepanjang harimu
Tak mungkin bila engkau tak tahu
Bila ku menyimpan rasa yang ku benam sejak lama
Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu
Sesaat dia datang pesona bagai pangeran
Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
Dan kau lupakan aku semua usahaku
Semua pagi kita, semua malam kita
Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
Dan kau lupakan aku semua usahaku
Semua pagi kita, semua malam kita
Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis merayumu
Dan tak ada lagi tutur manis merayumu
Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu
Sesaat dia datang pesona bagai pangeran
Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
Dan kau lupakan aku semua usahaku
Semua pagi kita, semua malam kita
Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
Dan kau lupakan aku semua usahaku
Semua pagi kita, semua malam kita
Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Jujur memang sakit di hati
Bila kini nyatanya engkau memilih dia
Takkan lagi ku sebodoh ini
Larut di dalam angan-angan tanpa tujuan
Bila kini nyatanya engkau memilih dia
Takkan lagi ku sebodoh ini
Larut di dalam angan-angan tanpa tujuan
Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Read more: Tulus - Sewindu Lyrics | MetroLyrics


0 comments:
Posting Komentar
Harewoser yang baik adalah Harewoser yang menunjukkan jati dirinya pada Kangjeng Ratu dengan kritik dan saran agar tidak terjadi kontroversi kemakmuran pada distrik Harewosland. Hatur Nuhun.