Kamis, November 07, 2013

Sebenarnya aku hanya ingin...

Posted: Kangjeng Ratu Nada Asih

Diakui di depan orang banyak...
Wanita butuh pengakuan. Aku hanya ingin kau mengakui keberadaanku. Aku hanya ingin kau mengakui bahwa aku pernah menjadi milikmu.


Belum pernah kau seperti itu. Dapat kuhitung dengan jari kapan saja kau mengakuiku. Itupun lewat candaan.
Aku malu sekali ketika itu pada temanmu, aku mengakui kau itu denganku, kemudian kau bilang tidak. Tatapan temanmu masih kuingat jelas. Aneh, seperti menatap badut saja. Seperti tidak yakin bahwa aku pantas denganmu.
Mungkin kau malu, tapi kau bilang tidak. Kau selalu bilang "aku bangga padamu" tapi nyatanya?
Memang, kita salah dari awal, pengakuan itu tidak pernah ada. Karena, mana mungkin seorang perempuan umur 13 tahun sudah begitu yakin dengan perasaannya. Pikirmu rasa ini hanya sepintas saja.

Satu hal bodoh lagi yang aku inginkan
Bersamamu selamanya. Ya, selamanya. Aku tidak akan bosan denganmu, -Insya Alloh-. Itupun jika kau benar-benar untukku.
Kau harus tau, firasat ini selalu menggangguku, semesta selalu berpihak pada ingatanku tentangmu. Aku lelah dengan kondisi luka hati yang mendalam seperti ini, semua petunjuk dari semesta tiap harinya selalu tertuju hanya padamu. Ditambah suatu ketika, waktu pertama kali saling beradu pandang *etdah!*, pernah aku merasa mendapat intuisi, aku melihatmu seakan-akan kau adalah masa depanku. Ini sangat bodoh dan diluar nalar logika. Kau harus tau semua itu!

Kasihan? oh please, tidak perlu seperti itu.
Aku tidak ingin dikasihani. Aku ingin senatural mungkin menjalankan rasa yang aku tidak tahu mengapa bisa seperti ini, mulai dari membangun rasa ini, hingga melupakannya. Jangan memaksaku untuk melupakannya, dan tidak perlu mengasihaniku, karena lagu dangdut telah bersabda, "aku bukan pengemis cintaaa~~"

Entahlah. Setelah delapan tahun lamanya ternyata kau seperti ini padaku, sejujurnya logikaku lelah, tapi hati ini selalu membela rasaku padamu. Bodohnya aku!

0 comments:

Posting Komentar

Harewoser yang baik adalah Harewoser yang menunjukkan jati dirinya pada Kangjeng Ratu dengan kritik dan saran agar tidak terjadi kontroversi kemakmuran pada distrik Harewosland. Hatur Nuhun.

Terjemahan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 

Harewosland Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos