Kamis, Januari 17, 2013

Semua Itu Butuh "Proses"

Posted: Kangjeng Ratu Nada Asih

"Mungkin karya-karyaku masih picisan, tetapi jika diasah dengan terus menerus, maka jadilah "cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok" Bagaimana? Masih ingin malas-malasan berkarya?"

-Nada Quotes-

Sebenarnya sih tidak mudah untuk menjalaninya selaku praktek, karena sudah tertanam dalam pikirannya selama ini bahwa, well, yang dilahap tentunya hanya teori, teori, dan teori saja. Setiap kali diceramahi, dengan santainya berkata "Ah, itumah teori".

Siapapun tidak mudah menjalaninya, bukan hanya kamu seorang yang merasa seperti itu. Setiap orang memiliki kadar permasalahan masing-masing, yang berarti bahwa sebetulnya mampu kok menghadapinya. Karena masalah itu ada solusinya, dan setiap permasalahan yang diberikan Alloh itu sudah sesuai dengan kemampuan kita.

Hanya hadapi saja prosesnya dengan "sabar". Memang melelahkan, tapi disisi lain, setiap proses itu mengasah kemampuan, kepribadian sesiapa yang menghadapinya.

Disini, si penulis hanya berniat ingin share *bukan ingin tidur loh ah*, maksudnya si penulis ingin berbagi ke para Harewoser semua.
Sesama manusia boleh kan saling mengingatkan, betul? Mengiyakan atau tidaknya terserah kata hati masing-masing.

Adakalanya kita sebagai manusia merasa sendiri, ingin lari dari berbagai masalah yang dihadapi.
Bahkan kutipan andalan si penulis blog yang berupa kutipan sepik dari "Perahu Kertas" nya teteh Dee Lestari... entah itu ada dalam film, ataupun bukunya, entah yang ke 1 atau yang ke 2, kira-kira seperti ini kutipan favorit saya.
"Pengen lari aja ke Timbuktu, kayak Donal Bebek."
Itu sesuatu yang menurut si penulis, sangatlah menggambarkan dirinya!

"Terkadang memang ingin lari ke tempat antah berantah yang ada dalam dunia khayal", begitu kata penulis blog ini yang tidak mau disebutkan namanya.

"Begitu mendengar kata-kata konyol yang dikutip diatas itu, saya merasa terhibur dengan berbagai masalah saya. Setidaknya, walaupun menyindir, tapi itu sukses menggelitik ubun-ubun saya. Then I think to My self, what a wonderful word!!!" curcolnya kemudian.

"Haha, saya juga ingat, waktu Kugy bilang begitu, cuma saya yang ketawa sementara orang lain menangis teringhak-inghak dalam bioskop itu." curcol berikutnya, lalu kemudian mulutnya disumpal tanpa sengaja dengan lakban dan salonpas oleh tukang ketik. *geus beres atuh ah curcolna. teu penting!*

Oke tadi sampai dimana kita? oh sampai Donal Bebek.
Apa yang bisa disimpulkan dari kalimat itu?
Intinya:
Segala sesuatu hal itu butuh proses. Ketika proses itu dimulai, hadapi bukan dengan lari, tapi hadapi dan nikmati dengan gagah berani.

0 comments:

Posting Komentar

Harewoser yang baik adalah Harewoser yang menunjukkan jati dirinya pada Kangjeng Ratu dengan kritik dan saran agar tidak terjadi kontroversi kemakmuran pada distrik Harewosland. Hatur Nuhun.

Terjemahan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 

Harewosland Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos