Kurenungkan semua yang terjadi selama 3 tahun ini. Sejenak kuterdiam, lalu ku tersadar.
Semuanya telah ku coba, segalanya telah ku perjuangkan hanya untuk mendapatkanmu. Sudah selama ini aku bertahan, dan mempertahankan sekuat yang kubisa.
Sudahlah, sampai disini saja. Kau tahu rasanya ditarik ulur? Kau tahu harapan kosong?
Ya! Kita memang harus terpisah.
Hari ini ku menemuimu. Di belakang sekolah kita bertemu. Seperti biasa.
"Maaf, kesabaranku sudah habis pada batasnya. Percuma. Aku menyia-nyiakan waktuku."
"Kayla, aku tahu Kayla, tapi dengarkan, bukan ini yang aku maksudkan."
"Apa lagi? selama ini kau kemana saja? Aku bukan layang-layang yang bisa kau tarik ulur. Aku ini denganmu, tapi aku layaknya selingkuhanmu. Kau tahu. aku menyerah saja. aku lelah."
"Oke kalau begitu. Terserah kamu Kay! Akupun sudah lelah dengan sikapmu yang tak sabaran."
"Oh ya? Baiklah semoga kau bahagia tanpaku!"
"Oke Fine, Aku pergi Kay!!"
"Jangan!!" teriakku. "Tolong, jangan pergi! Aku saja yang pergi!"
Aku, Seorang Kayla yang rapuh, meninggalkannya . . .
My Flash Fiction
Inspired From Cakra Khan - Harus Terpisah Song :)

